[Tekan Tombol Ctrl + D Di Keyboard Anda Untuk Simpan/ Bookmark Alamat Website Ini Di Internet Browser Anda]
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
duniarumah duniarumah duniarumah
Tampilkan postingan dengan label Sistem dan perencanaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem dan perencanaan. Tampilkan semua postingan

Taman di Lahan Sempit

Lahan sempit pun bisa menjadi taman yang sejuk. Pintar-pintarlah menatanya. Jangan lupa perhatikan lokasi taman.

Banyak orang beranggapan bahwa untuk membuat taman haruslah memiliki lahan yang luas. Jika Anda adalah salah satu orang yang beranggapan demikian, Anda harus segera menepis anggapan tersebut. Membuat taman sebagai area sirkulasi udara, tidak selalu memerlukan lahan luas.

Lahan berukuran 2mx3m pun bisa menjadi taman nan sejuk. Tinggal bagaimana konsep taman yang akan Anda terapkan. Yang perlu Anda ingat adalah jangan batasi ide menata taman Anda hanya pada tanaman. Membuat taman tidak selalu identik dengan tanaman yang banyak dan rimbun. Membuat kolam pun bisa menjadi konsep menarik.

Sebagai gambaran, Anda bisa melihat foto berikut. Di taman ini dibuat kolam berukuran 200cmx50cm. Dindingnya menggunakan konsep bata ekspos, dipadu dengan penggunaan batu alam di dinding bagian belakang. Penggunaan material alami membuat tampilan kolam semakin "menyejukkan".

Di sekeliling kolam, Anda bisa meletakkan berbagai jenis tanaman dengan berbagai warna dan ukuran. Mengingat lahan yang tak luas, Anda bisa menempatkan tanaman-tanaman tersebut dalam pot. Selain tidak memakan banyak lahan, penggunaan pot juga lebih praktis untuk dipindah-pindahkan.

Untuk menutupi permukaan tanah, Anda bisa menggunakan rumput. Bisa juga dengan sekadar menebarkan batu. Anda bisa memilih batu koral, atau batu bronjol putih, seperti yang Anda lihat di foto. Agar tampilan kolam semakin cantik, Anda boleh menambahkan berbagai aksesori taman atau ornamen pancuran yang berdesain lucu dan unik.

Nah, tak terlalu sulit kan membuat taman di lahan seadanya? Selamat mencoba!

Penulis: Anissa

Hemat Lahan dengan Pot Gantung

Pot gantung bisa menjadi solusi membuat taman. Pakai pot gantung, lahan sekecil apapun bisa berubah indah.

Memiliki rumah yang sejuk dan nyaman tentu menyenangkan. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan membuat taman di halaman rumah. Keberadaan taman menghadirkan nuansa hijaunya tanaman yang menyejukkan. Selain itu, taman juga merupakan sarana sirkulasi udara yang baik.

Permasalahan muncul jika lahan untuk taman sangat terbatas. Walau sebetulnya, ukuran lahan tidak lah perlu jadi masalah. Banyak kok cara mengakali masalah lahan ini. Salah satunya dengan membuat taman dalam pot.

Tanaman-tanaman pot, selain praktis karena menghemat lahan, juga mudah dipindah-pindahkan. Namun, seringkali ketika koleksi tanaman pot Anda bertambah, muncul pula kerepotan baru. Bagaimana ya mengatur tanaman-tanaman pot tersebut, agar tidak tampak berantakan?

Soal itu, kita pun sebetulnya tak perlu khawatir. Masalah ini pun ada solusinya. Jika lahan di atas tanah telah penuh, gunakan pot gantung. Penggantungnya bisa buat baru atau manfaatkan barang bekas yang ada.

Misalnya, gunakan pagar besi yang sudah tidak terpakai lagi sebagai penggantung. Tempelkan pagar ini di tembok dan gunakan ruas-ruas pagar sebagai tempat menggantung pot. Untuk menggantung pot tanaman, Anda perlu memperhatikan tali atau kawat penggantungnya. Pastikan tali atau kawat tersebut cukup kuat menahan beban dari pot dan tanaman yang akan digantung.

Soal jenis tanamannya, pilih tanaman-tanaman yang daunnya bertulang panjang atau yang menjuntai ke bawah. Jenis ini cantik ketika digantung.

Selamat mencoba!

Penulis: Anissa
Foto: Martin
Lokasi: Taman Mariko Damayanti, Cilandak, Jakarta Selatan

Tenang di Paviliun Belakang

Serasa berada di sebuah resor. Udara terbuka dengan tumbuhan pilihan dan ikan dalam kolam.

Akses menuju teras belakang sungguh menyenangkan. Terdapat titian kayu yang terasa hangat di kaki. Sambil menikmati suara gemercik air dari kolam dan mengamati gerakan lincah ikan koi, kita pun akan berada di teras sejuk ini.

Ini adalah teras belakang yang menyatu dengan paviliun. Paviliun ini tidak lain ruang hobi, tempat pemilik rumah menghabiskan waktu senggang untuk melukis. Di dalam ruangan dalam tersimpan seluruh peralatan dan buku melukis. Aktivitas melukis dapat dilakukan di ruang dalam ataupun di teras. Pilihan yang tepat karena kita tidak terusik oleh berbagai kebisingan.

Sebuah pot tanaman air berukuran besar, kolam renang mungil untuk berendam, dan kolam renang berukuran besar, terletak tak jauh dari teras. Kedekatan dengan banyak unsur air ini agaknya memberi efek psikologis yang menenangkan.

Atap teras dibuat dari kaso kayu yang dipaku pada dinding ruangan. Lalu, menerus dengan tumpuan balok pada sisi yang lain. Penutup atap menggunakan bahan plastik transparan. Kain-kain belacu yang menjuntai dipasang sebagai aksen plafon.

Furnitur terdiri atas dua kursi santai yang berukuran besar dengan bantalan yang empuk. Sebuah boks berbahan plat besi diletakkan di tengah untuk menempatkan hiasan. Di salah satu sudut ditempatkan sebuah easel lengkap dengan kanvas yang siap dilukis. Sebuah kursi kayu unik berbentuk zigzag berada di dekatnya.

Suasana alami diperkuat dengan olahan sebagian lahan dan dinding yang menggunakan batu alam. Keramik tetap digunakan pada bagian inti teras. Dipilih warna krem agar memberi warna yang terang pada ruang. Sementara pada ujung teras dibuat birai dengan tinggi sekitar 60cm. Birai berpelapis batu alam, sebagai tempat duduk yang lain. Jika kita duduk di sini, waktu seolah-olah berjalan lambat oleh suasana yang nyaman.

Santai di Tengah Taman

Pohon jenis palem menyegarkan suasana. Lantai koral sikat membuat teras lebih santai.

Teras ini terbentuk dari dinding rumah dengan dua pintu yang menghubungkannya ke ruang dalam. Pada salah satu sisi teras terdapat sebuah ruangan berdinding batu alam yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan.

Pada bagian teras yang terbuka, atapnya ditopang oleh kolom-kolom batu berukuran 30cmx30cm dalam interval 2,4m. Lantai teras ini berada 20cm dari permukaan tanah. Teras menghadap ke halaman rumput samping yang cukup luas. Asri dan menyejukkan.

Bagian tangga menuju teras berlantai koral sikat, sedangkan lantai teras menggunakan keramik terakota 20cmx20cm. Keramik dipasang secara diagonal, dengan nat selebar 5cm. Keseluruhan keramik yang berada di tengah dibingkai oleh lantai koral sikat. Kesan yang muncul menjadi lebih akrab, jauh dari kesan formal.

Teras menjadi lebih semarak dengan hiasan berbagai pernik pada dinding dan kolom, di antaranya ukiran dari Papua, Yogya, dan sejumlah piring kuno. Sebagian kolom dilapisi batu alam dengan pola diagonal dan dicat hitam. Bagian atas kolom dicat sewarna dinding rumah dan dihiasi dengan pajangan-pajangan antik koleksi pribadi.

Furniturnya terlihat unik dengan armchair model antik dari bahan kayu jati dan anyaman rotan pada bagian dudukan dan sandaran. Seluruhnya mendapat finishing jenis glossy. Finishing seperti ini dipilih agar kayu di ruang luar itu terlindung dari cuaca yang berubah-ubah.

Secara keseluruhan, teras ini bersifat terbuka sehingga sirkulasi udara dan pencahayaannya maksimal. Suasana pagi yang sedikit dingin atau sore hari dengan angin sepoi-sepoi akan membuat area ini menjadi tempat favorit penghuni rumah.
Keselarasan lingkungan dihadirkan lewat sederet pot gantung yang ditanami pakis. Selain perawatan yang mudah, rimbunnya tanaman pakis menyejukkan teras. Tanaman lainnya adalah jenis palem yang ditanam searah dengan jalan setapak menuju pintu gerbang samping. Penataan yang menyegarkan membuat siapapun betah berlama-lama di teras ini.

Membuat Ruang Baca Lesehan di Beranda

Coba buat kreasi ruang baca di area luar. Konsepnya bisa lesehan. Suasananya sangat berbeda.

Siapa tak senang membaca sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Sambil duduk berselonjor kaki, Anda bisa membaca novel favorit sambil setengah ngantuk. Ruang baca pun bisa sekaligus berfungsi sebagai tempat isitirahat.

Salah satu tempat yang bisa dimanfaatkan adalah beranda. Biasanya beranda lebih banyak dimanfaatkan sebagai ruang duduk atau ruang santai keluarga.

Daripada hanya untuk duduk-duduk, mengapa tidak mencoba membuatnya sekaligus sebagai ruang baca. Karena letaknya di ruang luar, Anda tak perlu meletakkan banyak furnitur. Cukup tempatkan sebuah rak buku, sehelai karpet, dan bantalan-bantalan mungil.

Karena namanya ruang baca, maka rak buku menjadi furnitur yang wajib ada. Pilih rak buku yang berdesain unik. Atau bermainlah dengan kreatifitas Anda. Contohnya rak buku di foto ini. Anda mungkin tak menyangka, rak buku ini terbuat dari kayu lesung.

Lesung dibelah dua, kedua bagian direkatkan pada sebuah papan dari kayu jati. Di bagian tengah ditambahkan rak-rak, juga terbuat dari kayu jati. Bagian lesung yang berlubang dijadikan lemari kecil, dengan menambahkan pintu kayu.

Selain berfungsi sebagai sarana penyimpan buku, rak buku ini juga mempercantik tampilan beranda rumah. Untuk area duduk, cukup hamparkan sehelai karpet. Lengkapi dengan bantalan-bantalan mungil. Jadilah ruang baca di beranda.

Anda bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku, atau sekedar membolak-balik majalah. Anda juga bisa mengajak keluarga dan teman-teman menghabiskan waktu di ruang duduk ini. Sebuah ide yang menarik, bukan?

Penulis: Anissa
Foto: Rai
Lokasi: Rumah Indri Gono, Bangka, Jakarta Selatan

Menikmati Taman dari Beranda

Ingin kegiatan bersantai yang murah meriah? Cobalah menikmati sore sembari minum teh di beranda Anda.

Untuk bersantai sejenak melepas lelah, tidak perlu keluar rumah. Di rumah pun Anda bisa menciptakan suasana santai yang menyenangkan. Jadi, Anda tak perlu merogoh kocek untuk mencarinya di luar rumah.

Dengan taman dan beranda, Anda memiliki cukup modal untuk bersantai di rumah. Acara bersantai Anda tentu semakin menyenangkan, jika lingkungan tempat santai ditata indah dan rapi.

Pada beranda, coba letakkan kursi dan meja yang sesuai sebagai tempat santai. Anda bisa saja menempatkan sofa pada beranda. Atur posisinya agar menghadap ke area yang indah, misalnya taman. Taman tak perlu luas, yang penting asri dan sejuk di mata dan telinga.

Bisa jadi, kunci segala suasana santai yang diharapkan ada pada taman. Olehkarenanya, taman harus juga dibuat indah. Indah di mata, indah di hati. Caranya?

Ya olah dan tata tamannya. Tentukan sudut yang paling sering terlihat dari beranda sebagai "pusat" taman. Di titik ini bisa ditempatkan elemen yang paling menarik. Misalnya, buat kolam di sana. Lengkapi dengan pancuran air yang menghasilkan gemericik suara merdu. Isi kolam dengan ikan berwarna-warni. Dan yang juga perlu diperhatikan, lokasi titik pusat perhatian ini sebaiknya mudah dijangkau alias disambangi.

Penulis: Anissa
Foto: Richard

Ada Taman di Beranda

Ingin beranda terasa lebih sejuk dan nyaman? Coba ciptakan taman di beranda. Caranya?

Beranda seringkali menjadi salah satu tempat favorit keluarga untuk berkumpul. Bersantai sembari minum teh di area ini, bisa juga menjadi pilihan aktivitas relaksasi. Agar aktivitas Anda dan keluarga semakin nyaman, coba ciptakan suasana alami dan sejuk di beranda rumah Anda.

Salah satu caranya adalah dengan menempatkan sejumlah tanaman pada beranda. Merepotkan? Sama sekali tidak. Anda hanya perlu memindahkan berbagai tanaman pot yang ada di halaman ke beranda. Anda bisa meletakkan tanaman-tanaman tersebut di sudut-sudut beranda yang tidak mengganggu jalur sirkulasi orang.

Tanaman berdaun lebar bisa menjadi pilihan. Selain membuat beranda Anda lebih sejuk, lebar daunnya juga bisa memberikan kesan teduh dan adem. Namun, jangan terlalu banyak menempatkan tanaman berukuran besar dan berdaun lebar. Karena, tentunya Anda tidak mau beranda Anda terlalu rimbun dengan tanaman, bukan?

Anda juga perlu memperhatikan jenis tanaman yang Anda pilih. Karena beranda adalah area yang tidak banyak mendapatkan sinar matahari, Anda bisa memilih tanaman-tanaman indoor plant. Contohnya berbagai jenis philodendron.

Agar pertumbuhan tanaman-tanaman tersebut tidak terganggu, setiap tiga hari sekali Anda harus mengeluarkan dan menempatkannya di area tedu yang masih terkena sinar matahari. Ini agar tanaman-tanaman tersebut mendapatkan cukup cahaya matahari untuk berfotosintesa.

Penulis: Anissa
Foto: Surai
Lokasi: Rumah Endang Lestari, Ciledug, Tangerang

Sponsored by

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action